Powered By Blogger

Jumat, 11 Maret 2011

mazda rx-7

Modifikasi Mazda RX-7 1996

Modif Mazda RX-7 1996, American Power

ford pick up

Modifikasi Ford Pick Up 1941

Modif Ford Pick Up 1941, Street Rodder Ruler

 

lancer GLXi

Modifikasi Mitsubishi Lancer GLXi 1997

Modif Mitsubishi Lancer GLXi 1997, Narutos Camaro

lancer evo x

Mitsubishi Evolution X-GSR 2008

Evo Attack!

nissan silvia

Modifikasi Nissan Silvia S13 1992

Modif Nissan Silvia S13 1992, Akibat Demam Berkepanjangan

livina modif

Modifikasi Nissan Livina XR 2008

Modif Nissan Livina XR 2008, Transformasi Kedua

  
Jakarta - Livina milik Kevin Christian ini kembali lagi dengan detail modifikasi yang berbeda. Kalau boleh dibilang, hampir keseluruhan berubah. Dulu mungkin kamu masih ingat dengan Livina berwarna hitam, velg Work Equip hitam dengan spoke putih, dan interior dominasi hijau. Nah sekarang Kevin kembali dengan warna putih dan interior yang berbeda. “Yang lama bosen,” ujarnya santai.
Cat asli hitam pun diganti dengan putih, tapi bukan dicat melainkan dilapis stiker. “Sayang kalau dicat, soalnya saya orangnya cepat bosan,” ungkapnya.

Karena hanya ditutupi stiker, Kevin tidak harus mengganti STNK. “Lebih cepat dan praktis,” tambahnya. Agar nuansa elegan semakin kentara, maka desain body kit yang terinspirasi dari Noblesse pun diaplikasikan.

Khusus interior, Kevin punya prediksi tersendiri. “Kayaknya tren interior ala VIP bakal kembali ya,” ucapnya singkat. Menurutnya, warna-warna colorful sudah bukan zamannya lagi di tahun 2011.

Maka ia mengganti seluruh material dengan suede Amara berwarna hitam dan putih. “Jarang loh yang mau pakai suede putih,” ujar Kevin. Bahkan beberapa bagian juga dilapis cat agar semakin rapi. Plafon serta doortrim turut dilapis suede.

Detail juga diperhatikan dengan mengaplikasi stitching berwarna emas. Selain itu Kevin juga menambahkan beberapa aksen kristal Swarovski di setir dan beberapa panel dashboard. Agar hasilnya bisa maksimal, doi ‘menelanjangi’ seluruh interiornya ketika pemasangan.

“Yang agak susah waktu mau cat panel-panelnya, sampai berulang-ulang biar hasilnya maksimal,” curhatnya. Bahkan karet pintu turut dicat agar warnanya benar-benar hitam.

“Sekarang masih nungguin sabuk pengaman Livina X-Gear, biar semuanya hitam dan putih,” lanjut pria yang tergabung dalam komunitas I-Krew ini. Berapa lama waktu pengerjaannya? “Bikinnya barengan sih mas, sama audio, body kit, total kurang lebih 3 mingguan,” ujar pengguna iPad ini.


FITMENT GOKIL

Berbekal velg Work Equip berukuran 19x(8,5+9,5) inci yang dibalut ban Accelera 225/35/R19 dan 235/35/R19, Livina ini punya fitment yang terbilang gokil. Apalagi dipadu dengan suspensi udara AirBagIt 4 titik untuk memudahkan gerakan bodi turun naik. Khusus suspensi, Kevin menenteng langsung dari luar. “Bekas dipakai Mercy,” ujarnya. 

Pemasangannya relatif tidak menemui kendala berarti. “Tapi dudukan semuanya harus disesuaikan lagi, karena konstruksi Mercy berbeda dengan Livina,” jelasnya.

Untung saja Livina punya konstruksi kaki-kaki yang lega, sehingga proses modifikasi tidak mengharuskan bobok dudukan sokbreker.

Berhubung Meredes-Benz punya bobot yang berat, maka air sus-nya pun punya balon yang besar. Begitu diadopsikan ke Livina, efeknya proses turun naik ketinggian mobil jadi lebih cepat, walaupun ada beban audio di bagasi. Selain itu,

“Bantingannya lebih empuk dari standar, mungkin karena perbedaan bobot tadi,” bangga pria yang sedang menanti velg barunya ini. 
(mobil.otomotifnet.com)


Modif Ninja 250 Akibat Wajib Militer

Tersimpan cerita unik dalam pemilihan grafis yang nempel di Kawasaki Ninja 250R dari Purwokerto ini. Dengan motif Fiat Yamaha, yang pastinya enggak nyambung dengan Kawasaki. Selain itu, nomor start juga unik. Bukan 46 punya Rossi atau 99 milik Lorenzo, tapi malah angka 26 yang nongol. Wah!

"Saya senang dengan motifnya yang simpel. Berkesan kencang namun elegan. Kalau soal nomor start itu adalah nomor Wajib Militer (Wamil) waktu di Korea," buka pria beken disapa Mr. Song ini.

Yuk kita bongkar ubahan motif bodi yang sedikit menyimpang ini garapan Pakdhe Cutting Stiker, Jogja. Motifnya halus dan nyaris tanpa cela, semua sisi digarap serius. Sebab Mr. Song ingin garapan detail dan nampak asli.

Makanya Pakdhe garap detail per bagian. "Ciri fokus pada garapan harus memperhitungkan proporsional bodi. Sebab jika tulisan motifnya terlalu besar atau terlalu kecil bakal mengganggu estetika," katanya. 

Bodinya sendiri digarap detail, dibantu Imam Susanto yang juga asal Kota Mendoan, Purwokerto. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai Supervisor Service Dealer Kawasaki Purwokerto ini memang gape dalam urusan modifikasi.

Belum terlalu ekstrem memang, sebab Mr. Song memang ingin agar ciri bodi Kawasaki seperempat liter ini masih tetap nampak. "Saya cuma memainkan sedikit bagian tangki dan buntut. Selain lebih sporty, juga agar lebih padat," cuap pengantin baru ini.

Untuk bagian tangki, pria nengok jika disapa Imam ini memainkan ornamen kondom agar tangki lebih sedikit gembung. "Sebab bagian atas tangki terlalu pipih, kurang mantap dilihat. Kalau bagian bawah dan belakang tangki masih sama seperti aslinya agar nyaman dikendarai," jelas pria ramah ini.

Asyiknya Imam menerapkan sistem knok down pada pembungkus tangki ini. Sedang pada bagian belakang alias buntut, pria sedikit gemuk ini juga memakai fiber sebagai komponen penutup jok belakang. Modelnya bikin sendiri. Sisi sporty tetap ditonjolkan dengan aksen lancip dan rapat. Sehingga detail bodi secara keseluruhan jadi terlihat selaras.

Undertail juga ikutan dipermak. Tapi bisa dipastikan kalau tampilan akhirnya memang jadi lebih sip!(motorplus.otomotifnet.com) 

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Brigestone 120/70-17
Ban belakang : Brigestone 150/70-17
Lampu belakang : LED
Filter : KNN
Knalpot : Yoshimura
Imam : 0878-3980-9243