Powered By Blogger

Jumat, 11 Maret 2011


Yamaha Scorpio Siap Jadi Raja Turing

Tidak terbantahkan lagi, kalau Yamaha Scorpio memang spesial di mata para pecinta turing. Selain kapasitas mesin paling besar di kelasnya sampai saat ini, produk andalan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) ini juga gagah dari segi sasis. Memang cucok untuk penggila jelajah antar kota.

Namun tidak bagi Singgih Wahyu yang tidak lain masih dalam konteks turinger sejati. "Tampilan harus sedikit diubah. Terutama di kaki-kaki dan bodi. Kesan gagah musti diperjelas," bilang Wahyu yang berkantor di seputaran Jl. Buncit Raya, Jakarta Selatan.

Konsep dan desain pilih keluaran produk asli Italia. Benelli 756. Di tangan Wardoyo jantung dari rumah modifikasi Gandul 2Wheel Custom (G2C). Benelli 756 bermesin Scorpio siap digarap.

"Tidak sampai ubah rangka. Karena konsepnya tidak berubah total, hanya beberapa part limbah moge dan custom saja yang diperlukan," jelas Wardoyo dari workshopnya di Jl. Gandul Krukut Ambara, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Untuk customized lengan ayun, Wardoyo tetap mempertahankan ciri khas sport sejati. "Model swing arm ini tetap dibuat semirip mungkin dengan konsep awalnya. Namun tentunya dengan ukuran yang sesuai dengan sasis Scorpio," tambah modifikator ramah ini.

Bicara bodi, tentunya layak disebut kekar dan simpel. Bentuk tangki custom itu, bagian atasnya sedikit membumbung tinggi. Sementara sisi samping penuh dengan tekukan-tekukan tajam.

"Kelebihan model tangki ini dapat menampung bensin lebih banyak. Apalagi pemakaiannya untuk harian dan turing. Sangat berguna ketimbang pilih tongkrongan Jap’s style atau supermoto," kata builder yang ganti model potongan rambut nyerempet ke botak. Maksudnya, masih ada rambut dikit.

Kenyamanan saat turing juga ada pada sektor depan. Sok upside down Aprilia RS125 kasih peredaman lebih halus. "As komstir milik Aprilia diubah. Diesuaikan milik Scorpio yang lebih kecil," jelasnya lagi.

Solusi Tutup Rangka

Benelli 756 aslinya, tidak menggunakan rangka samping. Atau dikenal dengan sasis beam twin spar. Untuk mengakali rangka samping Scorpio tidak kelihatan, oleh Wardoyo dibuatkan semacam airscoop. Seperti lubang angin tepat di samping kiri dan kanan sasis.

"Sebenarnya masih mengikuti konsep Benelli. Jadi terlihat pas dan cocok. Apalagi rangka samping Scorpio kecil, tidak se­perti V-ixion atau Byson. Jadi lebih baik ditutup," tukas Wardoyo.

Bentuk airscoop dibuat seperti segitiga terbalik dari bahan pelat galvanis 0,8 mm.

Berikut tambahan footstep boncenger custom. Tujuannya sama, untuk menutupi rangka samping bagian bawah. Dengan kelir cat warna silver, dirasa makin padu dengan arm yang juga dibungkus kelir serupa. (motorlus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Corsa 110/70
Ban belakang: Corsa 130/70
Pelek: RGV 
Setang: Baros 
Spidometer: KTM 250
Lampu belakang: Variasi
G2C: (021) 4642-7753
 

Mio Jawara Matik 200cc

Seher atau piston CBR kembali berjaya untuk adu kebut lurus aje. Seperti di Yamaha geberan M. Ramji dari Tomo Speed Shop yang juara 1 kelas matik tune-up s/d 200 cc. Pada Day Batlle Enduro KYT Drag Bike di Lanud Wiriadinata, Tasikmalaya, Minggu lalu.

Piston CBR memang ringan. Selain itu bentuknya sudah seperti racing. Lebar badan piston yang bersentuhan langsung dengan boring hanya sedikit. Dengan begitu, gesekan jadi ringan.

Enaknya lagi piston CBR punya ring piston yang tipis. “Jelas mengurangi gesekan dengan liner dan tidak menyedot power mesin,” jelas Utomo Tjioe, bos Tomo Speed Shop yang menurunkan 4 motor di drag bike yang liputannya ada di halaman 23 edisi ini.

Piston CBR150 yang digunakan oversize 50. “Tepatnya ukuran diameter seher jadinya 64 mm,” jelas brother beken dipanggil Tomo yang selalu dekat dengan Otoy dari Banana Speed itu.

Seher CBR150 yang digunakan sengaja hanya yang 64 mm. Karena seher yang asli pabrik Honda maksimal sampai oversize 100. Lebih dari itu piston CBR palsu itu. Karena Honda tidak mengeluarkan oversize segede itu.

Supaya lebih enteng, diperingan lagi. “Caranya badan seher dilubangi. Sekalian untuk membantu pelumasan,” ucap Tomo yang berkacamata itu.

Kemudian kepala seher dipapas bagian pinggirnya. “Supaya mendem 0,3 mm setelah naik stroke 3 mm,” jelas Otoy yang mendampingi Tomo.

Kenaikan stroke ini didapat dengan cara mudah. Cukup dengan menggunakan pen stroke 1,5 mm. Berarti kini stroke total bisa diketahui. Stroke standar 57,9 mm + 3 mm = 60,9 mm. Dengan begitu, kapasitas silinder kita bisa tahu. Dari diameter seher 64 mm dan stroke 60,9 mm. Maka volume silinder jadinya 195,8 cc.

Untuk kepala seher juga bagian pinggirnya dibikin sudut. Agar ketemu dengan squish di kepala silinder yang dibentuk sudut juga. Namun Tomo tidak tahu sudut kemiringan ini. Maklum head dibuat di Thailand.

Head buatan Thai ini mengusung klep 31/27 mm. Ukurannya rada aneh memang. Sebab biasanya menggunakan klep EE yang berukuran 31/25,5 mm. Menurut Tomo, dari sananya begitu. Jadi, gak tahu teorinya.


Di ruang bakar juga ada yang aneh. Kalau hanya dibuatkan squish sih sudah jamak. Tapi, yang ini dilengkapi nat. Seperti di ruang bakar Honda Tiger.

Jadinya kepala seher lebih mendem posisinya. Total jarak antara squish dan bagian atas seher 0,9 mm. Didapat dari pengukuran piston yang mendem 0,3 mm ketika blok dipasang. Ditambah tebal paking head 0,3 dan ditambah lagi nat 0,3 mm. Jadinya pas 0,9 mm.

Untuk suplai bahan bakar cukup menggunakan karburator Keihin PE 28 standar. Tanpa dilakukan reamer. Cukup dibarengi dengan penggunaan pilot-jet 42 dan main-jet 30 mm. Hasilnya motor ini bukan hanya juara 1. Juga sabet gelar juara 3 dan 5 di kelas yang sama dengan joki berbeda.

Kem 19/26

Satu lagi yang membuat korekan Tomo seperti meraba. Durasi bukaan klep tidak tahu. Atau jangan-jangan Tomo tidak bisa menggunakan dial gauge untuk mengukur durasi kem. Kuno banget ya?

Tomo hanya tahu ukuran pinggang kem 19 mm. Sedangkan tinggi bubungan 26 mm. “Soal buka-tutup klepnya saya tidak tahu,” cuap Tomo yang hanya menurukan motor matik di event drag bike Tasikmalaya itu.

Sepertinya motor ini buatan Thailand. Namun menurutnya dikorek di sini. Menurutnya, hanya bahan saja yang dibeli di Thailand.

Kehebatan motor ini sebenarnya bisa dijadikan acuan. Sebab, rangka hanya menggunakan pipa standar. Minim lubang pula.

Tidak seperti lawan-lawannya. Meski masing menggunakan komstir dan underbone standar, tapi bagian buritan sasis banyak yang dicustom. Bahkan ada yang sudah menggunakan bahan aluminium.

Ini full besi, Cuy! (www.motorplus-online.com) 

DATA MODIFIKASI
 Ban depan : Eat My Dust 45/90x17
Ban belakang : Eat My Dust 60/80x17
Rumah roler: Fino
Rasio: 15/40
Roller : 9 gram
Paking blok : 1 mm
CDI: Fino
Magnet : Dibubut

Honda CBR125R

Honda CBR125R Pakai Mesin Serupa Honda CS-1

Sejatinya Honda punya line up CBR lengkap! Dari 125cc sampai 1000cc. Yang 250cc sudah dilaunching, sedang adiknya versi 150cc juga sedang ramai digosipkan bakal hadir di Indonesia. Sayangnya, sang adik paling kecil dari keluarga CBR justru jarang disinggung!

Paling imut adalah CBR125R, mesinnya hanya 125cc tapi penampilannya mirip banget CBR 250R dan CBR150R. Bedanya hanya ada pada dimensi yang lebih kecil dan pilihan warnanya. Warna kombinasi silver-orange hanya jadi ciri khas CBR125R.

Dan uniknya, mesin 125cc yang dipakai punya platform yang sama dengan mesin Honda Sonic 125, yang artinya sebelas dua belas dengan mesin Honda CS-1 yang banyak beredar di jalanan Indonesia.

Mesin satu silinder SOHC ini hanya memiliki dua katup atau klep. Diameter piston yang dipakai 58mm dan stroke 47.2mm sama seperti Honda CS-1, hasilnya kapasitas mesinnya pun sama-sama 124,7cc.

Meski begitu, standar emisi membuat keduanya berbeda pada sistem suplai bahan bakar. Di beberapa negara yang menjual CBR125R seperti Inggris, sistem pengkabutan injeksi PGM-Fi sudah diterapkan menggantikan karburator.

Perbedaan lainnya ada di gear box. CBR125 pakai 6 percepatan, sedang Honda CS-1 hanya sampai 5. Di Inggrsi, CBR125R ini baru saja dilaunching awal Februari lalu dan dilepas pada harga 3.170 Euro atau sekitar Rp 38,8 jutaan. 

Honda CBR250R

Konsep Modifikasi Bolt On dari Ride It, Thailand

Demam modifikasi Honda CBR250R memang sedang marak di Thailand. Beberapa waktu lalu MOTOR Plus menyuguhkan modifikasi dari Kittisak Racing, gini giliran konsep modif dari Ride It.

Pecinta modifikasi pasti sudah kenal merek variasi Ride It asal Thailand. Ride It tenar dengan berbagai variasi bolt on bergaya sporty. Namanya bolt on, pasti memudahkan modifikator dalam mengaplikasikan. Tinggal pasang, beres! 

Konsistensi bolt on juga diterapkan pada modifikasi Honda CBR250R. Meski baru konsep, namun Ride It lewat website resminya memberikan sedikit penjelasan. Misalnya urusan bodi, semuanya dibuat tinggal pasang.

Mulai dari striping khas ride it, cover jok belakang, fairing bagian bawah yang didesain lebih panjang hingga beberapa panel bermotif karbon di beberapa cover bodi. 

Sedang kaki-kaki meliputi roda dan pelek, serta suspensi depan-belakang memang sengaja dibuat standar. Menurut tim Ride It, ukuran kaki-kaki Honda CBR250 sudah proporsional dengan ukuran bodinya yang tidak terlalu gambot. 

Sayangnya belum ada kepastian Ride It akan benar-benar mewujudkan konsepnya ini. Yang pasti bisa jadi inspirasi modifikator lokal nih! 

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia

Kualitas Yamaha Lexam Indonesia lebih Baik

Yamaha Lexam boleh saja lebih dulu diluncurkan Vietnam, tapi ternyata Lexam buatan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) diyakini lebih baik. Berikut beberapa alasan kenapa versi Indonesia lebih baik.


“Ini menyangkut permintaan konsumen Indonesia. Orang Indonesia ingin punya motor yang sangat lengkap. Bertenaga, noise rendah, bahan bakar efisien, dan bisa dipakai berat yang berlebihan. Seandainya menuruti standarnya versi di luar Indonesia, Lexam pasti akan bermasalah,” ujar Paulus S Firmanto, Promotion & Motorsport General Manager PT. YMKI, Jakarta disela-sela Yamaha Racing Cup 2011 di Makassar.


Kabarnya produk Yamaha Indonesia akan lebih karena Yamaha di Indonesia akan jadi pusat riset dan pengembangan untuk kawasan Asia Tenggara. Jadi, Thailand sudah bukan lagi awal pengembangan produk buat Asia Tenggara.

JUAL KNALPOT MERK R9 RACING GENERATION UNTUK BERBAGAI MOTOR


BUAT SEMUA RIDER, 
ane mo numpang jualan knalpot R9 nih untuk berbagai motor, buat yg doyan modif kudu nyicip nih knalpot :D
untuk picture bisa di liat di R9 RACING GENERATION
berikut price list nya


TYPE: MUGELLO (SILINCER HALF BLUE)
01. NINJA 250R Rp 2.100.000,-
02. NINJA ZX150RR (OLD TYPE) RP 1.400.000,-
03. NINJA 150R (OLD TYPE) RP 1.200.000,-


TYPE: NEW MUGELLO (SILINCER HALF BLUE)
01. NINJA 250R Rp 3.800.000,-
02. CBR150 Rp 1.450.000,-
03. TIGER Rp 1.000.000,-
04. SCORPIO Rp 1.000.000,-
05. JUPITER MX135 Rp 850.000,-
06. VIXION Rp 900.000,-
07. SATRIA FU150 Rp 850.000,-
08. CS-1 Rp 850.000,-
09. THUNDER 125 Rp 900.000,-
10. MEGA PRO Rp 900.000,-
11. MIO, VARIO, BEAT, Rp 650.000,-
SKYWAVE, SPIN125
12. NUOVO Rp 850.000,-
13. JUPITER-Z, KHARISMA / Rp 575.000,-
SUPRA X125, REVO,
SHOGUN125, SHOGUN SP
14. NINJA 150RR (NEW TYPE) Rp 1.400.000,-
15. NINJA 150R (NEW TYPE) Rp 1.200.000,-
17. MIO ROAD RACE Rp 900.000,-
18. ATHELETE Rp 700.000,-
19. KLX150 (CROSS/KOLONG) Rp 1.350.000,-
20. KLX250 (CROSS/KOLONG) Rp 3.200.000,-
21. PULSAR180 Rp 900.000,-
22. PULSAR200 Rp 1.100.000,-


TYPE: MOTEGI (SILINCER CNC)
01. NINJA 250R Rp 2.000.000,-
02. NINJA ZX150R (OLD TYPE) RP 1.400.000,-
03. NINJA 150R (OLD TYPE) RP 1.200.000,-


TYPE: NEW MOTEGI (SILINCER CNC)
01. NINJA 150RR (NEW TYPE) Rp 1.400.000,-
02. NINJA 150R (NEW TYPE) Rp 1.200.000,-


TYPE: MONZA CARBON (LIMITED EDITION)
01. NINJA 250R (ROAD RACE) Rp 9.000.000,-


TYPE: MONZA BLUE (SILINCER CNC W/ BLUE COLOR)
01. NINJA 250R (KOMPETISI) Rp 2.800.000,-
02. KLX250 (STREET/SAMPING) RP 3.000.000,-
03. KLX 150 (STREET/SAMPING) RP 1.250.000,-
04. SATRIA FU150 RP 900.000,-
05. VIXION Rp 1.100.000,-
06. MIO Rp 1.000.000,-




:D